sebagaimana hitam dan putih, siang dan malam, baik dan buruk, terpuji dan tercela, salah dan benar, begitu pula dengan surga dan neraka. keduanya sangat jelas bedanya. tak ada wilayah abu-abu (itu khusus buat orang bingung), padalah dirinya juga jelas secara gender: cowok apa cewek. kenapa masih bingung menentukan jenis kelaminnya sendiri? surga jelas buat mereka yang bertakwa, neraka juga jelas buat mereka yang berdosa. neraka sudah diciptakan, surga juga sudah diciptakan. kita milih mana?


pernah denger cerita seorang perempuan yang siangnya ngajarin anak-anak di kampungnya ngaji tapi malemnya terpaksa melacur?
itu perkara hitam, putih, atau abu2?
Oleh: Shelling Ford on Agustus 10, 2007
at 1:07 pm
Menurut saya itu sekuler. Yang sekuler bukan cuma orang Islam, orang kafir juga banyak yang sekuler: nasrani, yahudi. Termasuk orang musyrik seperti Budha dan Hindu banyak yang sekuler. Taat pada Tuhan hanya di Gereja, Vihara, Sinagog, tapi hidup keseharian di luar masjid, gereja, sinagog dan vihara bertentangan dengan ajaran agamanya sendiri. Barat berhasil dengan sekularisasi. Sekulerisme memang musuh agama.
Oleh: Viking on Agustus 11, 2007
at 12:32 pm
sekuler artinya apa, sih?
kalo sekulernya terpaksa gimana tuh?
Oleh: Shelling Ford on Agustus 11, 2007
at 4:05 pm
Terpaksa itu kondisinya seperti apa?
Terpaksa karena ditekan dan pilihannya hidup-mati, atau terpaksa dengan alasan nyari selamat dan spy tidak dianggap “beda” dengan kondisi yang ada? Hukumnya juga berbeda.
Oleh: edward mahmud on Agustus 13, 2007
at 7:23 am
*spicles liat penjelasan blognya*
Oleh: Rizma on Agustus 13, 2007
at 1:10 pm
lhaaa koq mampir ke sini??? niy surga pa neraka?
Oleh: nailah zhufairah on Agustus 14, 2007
at 8:06 am
Aku pilih surga!
tanya kenapa?
karena dikau bertanya!
Oleh: ken zurnala on Agustus 14, 2007
at 11:08 am
kadang…
dunia ini tak seputih yang kita duga
juga tidak sehitam yang kita sangka
di sana ada merah biru kuning hijau juga abu-abu
yang hitam dan putih hanyalah ketentuanNya
seperti juga surga dan nerakaNya…
tabik,
::kZ::
Oleh: kenzurnala on Agustus 14, 2007
at 12:22 pm
edward mahmud:::

akhirnya semuanya juga jadi samar, kan?
perlu dikaji lebih dalam…
ah, nyari selamat pun masih perlu dipahami apa motivasinya dalam nyari selamat
dan ternyata, menentukan hitam/putih tidak bisa sesimpel itu
ehehehehe…
Oleh: Shelling Ford on Agustus 20, 2007
at 6:14 pm
Menurutku memegang satu hukum untuk kehidupan harus jelas. Hitam atau putih adalah pilihan. Harus diterima:-)
Oleh: Inggriyani on Agustus 21, 2007
at 11:59 am
Inggriyani:::
lho, konsekuensi hukumnya memang jelas. salah berarti dosa, bener berarti pahala.
cuma, apa iya menentukan salah-bener itu segampang makan tahu bakso?
menurut mbak inggriyani, seorang robin hood, jagoan panah dari hutan sherwood itu, mewakili sosok hitam atau sosok putih?
dia itu perampok lho. berarti pendosa kan? dia merampok dari orang2 kaya dan bangsawan yang bejat yang menyengsarakan rakyat kecil.
tapi dia itu selalu berderma dan bersedekah kepada orang miskin. berarti dia ahli ngumpulin pahala, kan? dia berderma dari hasil rampokannya
bagaimana, idola saya itu berada di area yang sebelah mana, mbak?
bagaimana juga dengan adipati karna, resi bisma, mahapatih prahasta, kumbakarna, atau prabu salya? mereka semua berada dia area yang mana?
Oleh: Shelling Ford on Agustus 21, 2007
at 1:22 pm
kayak si Nagabonar itu, jadinya dia masuk yang mana donk?
Nagabonar kan nyuri tapi buat kebutuhan orang banyak?
Oleh: Mrs. Neo Forty-Nine on Agustus 21, 2007
at 1:29 pm
eh, tapi katanya, kalo hitam + putih, dengan kombinasi yang nyaris sama besar akan menghasilkan warna abu abu loh…
dicoba aja…
*maaf OOT, dihapus boleh kok*
Oleh: Mrs. Neo Forty-Nine on Agustus 21, 2007
at 1:32 pm
@ Shelling Ford
Robin agamanya apa?
Jika menurut agamanya boleh menjadi pencuri sekaligus dermawan ya itu prinsip dia.
Tapi bagi yang beragama Islam, kebenaran dan kesalahan harus jelas.
Meski dia itu niatnya baik untuk nafkahi anak-istri tapi usahanya berjudi dan menjadi maling ya tetap berdosa. Berarti dia telah memberi makan anak-istrinya dengan sesuatu yang haram.
Allah SWT maha tahu apa yang diperbuat hamba-NYA.
Oleh: Moreno Said on Agustus 23, 2007
at 2:01 am
@ Moreno
okelah,
kalo gitu sayalah robin hood itu (sendainya anda tidak bisa menganalogikan robin hood itu sebagai islam). kebetulan saya islam. jadi, saya dosa atau dapat pahala?
yep, aku setuju kalo Allah Maha Tahu apa yang diperbuat hambanya. makanya saya nggak setuju kalo justru manusia yang menentukan hitam-putihnya manusia lain.
seandainya saja dosa dan pahala saya jumlahnya seimbang (benar2 seimbang, 50:50), selain Allah, apakah ada yang bisa menjawab, saya bakal masuk surga/neraka?
masuk golongan manakah saya dengan keseimbangan itu? hitam/putih? hayooooo…
adakah manusia yang bisa menjamin bahwa Allah tidak mengenal warna abu2? adakah yang bisa menjamin bahwa Allah cuma mengenal warna hitam dan warna putih?
ada? kalo ada, waduh…saya nggak bisa bilang apa2 lagi, kecuali bahwa saya menilai orang yang menganggap bahwa Tuhan cuma mengenal hitam-putih berarti dengan kata lain dia sudah membatasi sifat ketidak-terbatasan milik Tuhan itu sendiri. ehem
Oleh: Shelling Ford on Agustus 23, 2007
at 5:20 am
@ Semuanya:
Allah selain menciptakan surga dan neraka yang perbedaan sangat ekstrim. Bahkan bisa dikatakan HITAM-PUTIH. Tapi untuk karakter manusia, Allah membagi menjadi IMAN, KAFIR, MUNAFIK, FASIK.
Tapi di antara MUNAFIK dan FASIK, porsi keimanannya sedikit, jadi lebih cenderung ke KAFIR.
Ya, tinggal pilih saja di mana posisi kita maunya.
Oleh: Fahmi on Agustus 25, 2007
at 3:49 am
kalo saya jadi robin hood, posisi saya jadi di mana dunk?
Oleh: Shelling Ford on Agustus 26, 2007
at 4:59 am
Shelling Ford, silakan saja pilih sendiri maunya di mana? Surga atau neraka!
Oleh: Arifah on September 7, 2007
at 8:00 am
@ Arifah
kalo menurut anda?
Oleh: Shelling Ford on September 8, 2007
at 7:12 pm
@ Shelling Ford
Kecenderungan Adan maunya apa? Silakan ukur sendiri. Pilihan terbuka buat Anda :p
Oleh: Gnillehs Drof on September 9, 2007
at 8:12 am
Gue milih Tuhan aja deh, ngapain milih surga atau neraka. Ndak mutu.
Oleh: danalingga on September 10, 2007
at 4:21 pm
Tapi SURGA dan NERAKA diciptakan sama TUHAN. Jika harus memilih, mau pilih yang mana?
Oleh: Agam Riswan on September 14, 2007
at 3:46 am
@Agam Riswan
emangnya kita punya hak milih?
itu haknya Tuhan secara total, kan?
mbok kita tiap hari ibadah jungkir-balik, kalo Tuhan mau masukin kita ke neraka, kita bisa apa?
@ Gnillehs Drof
haha, tiap orang pasti pengen yang enak. tapi siapa yang paling berhak menentukan kita besok bakal dapat enak/tidak? kita atau Yang Mbuat Kita?
mungkin kita secara ekstrim bilang bahwa Mister Hood itu pendosa. dia maling! tapi kalo Tuhan bilang dia itu tukang ngumpulin pahala, kita mau bilang apa lagi?
jadi, yakinkah kita bisa menentukan surga-neraka atau hitam-putih di tengah permasalahan yang absurd semudah itu?
ah, pertanyaan saya sendiri belum terjawab: Mister Hood itu pendosa atau tukang ngumpulin pahala?
Oleh: Shelling Ford on September 19, 2007
at 6:23 pm
fiuhh…Gusti? kenafa engkau ciftakan seorang hamba yang seenaknya saja mengambil hakMu? mengafa hambaMu ini bisa dengan mudahnya membedakan manusia menjadi dua golongan? muslim dan kafir? hambaMu itu funya hak afa Tuhan? funya hak afa? mengafa dia bisa seenaknya saja mendefinisikan takwa kefadaMu ya Allah?memang siafa dia? darimana dia berani bersabda yang ada “hitam dan putih” tidak ada “abu-abu”, APAKAH DIA TUHAN, TUHAN?!!
_______________
dan komenpun berakhir disini…blogburan (blog kuburan yang sudah ditinggalkan femiliknya) ini, khususnya fostingan ini adalah saksi bisu terjadinya sebuah perdebatan antara manusia (joesatch) dengan tuhan (pemilik blog ini)
Oleh: hoek on Oktober 17, 2007
at 5:47 pm
Beriman dan kafir memang sudah dijelaskan oleh Tuhan. Jadi menurutku, itu memang penjelasan yang paling logis dari Tuhan di Al Quran..
Oleh: fire on Oktober 27, 2007
at 9:13 am
fire:::
tapi yang berhak menentukan beriman/kafir itu tuhan kan? bukan manusia kan?
Oleh: Shelling Ford on Oktober 28, 2007
at 1:07 pm